Tampilkan postingan dengan label bulan puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bulan puasa. Tampilkan semua postingan

Pesan Mulia Dari Saydina Ali Bin Abi Thalib

1.* Janganlah engkau tergesa-gesa mencela seseorang karena dosanya. Sebab barangkali dosanya telah diampuni. Dan janganlah engkau merasa aman akan dirimu karena suatu dosa kecil. Sebab, barangkali engkau akan diazab karena dosa kecilmu itu.
2.* Jauhilah olehmu posisi mengemukakan alasan. Sebab, ada kalanya alasan justru menetapkan kesalahan terhadap orang yang berdalih itu, meskipun dia bersih dari dosa itu.
3.* Barangsiapa yang telah kehilangan keutamaan kejujuran dalam pembicaraannya, maka dia telah kehilangan akhlaknya yang termulia.

4.* Buruk sangka melayukan hati, mencurigai orang yang terpercaya, menjadikan asing kawan yang ramah, dan merusak kecintaan saudara.

5.* Janganlah engkau merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, kedudukan teman seperti api, sedikitnya adalah kenikmatan, sedangkan banyaknya adalah kebinasaan.
6.* Sebaik-baik teman, jika engkau tidak membutuhkannya, dia akan bertambah dalam kecintaannya kepadamu, dan jika engkau membutuhkannya, dia tidak akan berkurang sedikitpun kecintaannya kepadamu.
7.* Ada kalanya perang terjadi karena satu kalimat, dan ada kalanya pula cinta tertanam karena pandangan sekilas.
8.* Perbuatan buruk yang menjadikanmu bersedih karenanya lebih baik di sisi Allah dari pada perbutan baik yang membuatmu bangga Siapa yang memandang dirinya buruk maka dia adalah orang yang baik. Dan siapa yang memandang dirinya baik, dia adalah orang yang buruk.
Ringkasan dari :
1. “Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku: Kata-Kata Mutiara ‘Ali bin Abi Thalib” . -
2. Nahjul balaghah, min kalaami sayyidina ‘ali kw

Untuk Islam: Bulan Suci Ramadhan (Puasa)

"artikel Islam"
MERANGKAI KONSTRUKSI BUDAYA QUR’ANI

“Barangsiapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka ia akan dijauhkan dari pintu neraka” – kata Nabi dalam sebuah haditsnya.
Selaku manusia yang berakal sehat kegembiraan itu dirasakan sebagai dampak dari suatu proses psikologis yang memiliki alasannya sendiri. Bukan semata – mata hanya karena mengetahui hadits tersebut, melainkan karena adanya keterkaitan signifikan antara suasana kedirian yang bersangkutan dengan nuansa Ramadhan.
Ada beberapa aspek yang memungkinan munculnya perasaan gembira itu, antara lain, karena yang bersangkutan:
(1) yakin mendapatkan kesempatan kembali bertemu dengan bulan mubarak itu,
(2) memiliki kesiapan untuk memanfaatkan momentum ibadah yang sangat strategis, atau secara khusus,
(3) memahami terbukanya pintu pencerahan untuk meningkatkan kualitas diri dan kedekatan yang intens dengan Allah swt. Kesadaran seperti ini atau motivasi pemikiran yang senada dengannya merupakan modal dasar yang dapat menggerakkan seseorang untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah swt., meraih ridha, rahmat dan rahim-Nya. Dengan begitu, suasana “jauh dari pintu neraka” adalah salah satu konsekuensi syari’ yang dapat dipahami secara bersahaja dalam konteks Keadilan Ilahi.
Sumber: Pemuda Muslim

Keyword: Bulan Suci Ramadhan - artikel Islam - Untuk Islam

artikel islam:Amalan Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Subhanallah, Rasulullah saw. menyiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan berturut sebelumnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Dengan berdoa dan memperbanyak amal shalih.

Besok 13 juni merupakan awal 1 Rajab 1431H. Bulan Rajab adalah salah satu dari Empat Bulan Haram atau yang dimuliakan Allah swt. (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Allah swt berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ... See moreempat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum
musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” At Taubah: 36

“Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Turmudzi)

Shaum dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulia lainnya hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah aw. Bersabda: “Puasalah pada bulan-bulan haram (mulya).” Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.

Rasulullah saw. juga bersabda: “Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan hingga kalian bosan”.

Bila memasuki bulan Rajab, Nabi saw. mengucapkan, “Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Ramadhaana. “Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”