Riya', Saudaranya Sombong

Assalamu'alaykum

Riya' yang akan kita bahas disini bukanlah riya' yang keluar dari hidung saat pilek. Melainkan Riya' yang menurut istilah artinya melakukan ibadah atau amalan agar kemudian dipuji atau disanjung oleh orang lain agar terlihat alim dan tenar. Riya' juga masih ada hubungan saudara dengan sombong, dan keduanya merupakan hal yang dibenci Allah.


Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita temui orang-orang yang berbuat riya', baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Dunia Nyata
Banyak orang yang bersedekah demi mendapat pujian dari tetangga, ataupun orang berhaji hanya demi mengejar gelar H atau Hj.

Dunia Maya
Tak jarang kita temui para pengguna sosial media seperti facebook maupun twitter yang menuliskan status "Mau sholat dulu ahh.." "Sholat dulu terus dilanjut ngaji" "Tahajud dulu ahh..". Sebenarnya apa tujuan dari berbuat seperti itu? tujuannya mengingatkan atau malah memamerkan ibadah?

Untuk beribadah yang pertama dan paling utama adalah niat, niatkan ibadah sahabat karena Allah ta'ala. Kalau niatnya belum baik, sebaiknya ditunda dulu sampai niat sahabat menjadi bersih karena Allah.

Semoga pembahasan kali ini dapat membawa manfaat, dan juga sebagai himbauan untuk tidak melakukan hal tercela yang dimaksud diatas.

Download Sholawat Munjiyat

Assalamu'alaykum
Download sholawat munjiyat secara gratis disini. [Download]

Jangan Pukul Bayi, Saat Dia Merengek

Assalamu'alaykum



Jika ada bayi menangis, maka janganlah kalian memukul mereka. Karena mereka bukan menangis atas kemauannya sendiri (suka-suka ). Melainkan mereka menangis karena tiga perkara :

Dalam usia satu tahun :

4 bulan pertama tangisan mereka adalah untuk Men-Tauhidkan Tuhannya
4 bulan kedua tangisan mereka adalah untuk Bersholawat kepada Nabi nya.
4 bulan seterusnya tangisan mereka adalah untuk Mendoakan ayah dan bunda, serta memohon ampunan untuk kedua nya.

Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

"Janganlah kamu pukul anak-anak kamu di sebabkan mereka menangis dalam masa setahun karena pada 4 bulan pertama dari lahir nya ia bersyahadat LA ILAAHA ILLALLAH.
Pada 4 bulan kedua ia berselawat ke atas ku .
Dan 4 bulan seterusnya ia mendoakan kedua ibu bapak nya.
( H.R. Abdullah Ibnu Umar radhiallahu anhu )"

Pada riwayat yang lain Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

Tangis anak di waktu kecil adalah pada 4 bulan pertama ia bertauhid dan 4 bulan kedua dia berselawat atas Nabi dan 4 bulan seterusnya ia beristighfar bagi ayah bunda nya.

Imam Anas bin Malik radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa :

Bagida Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
Anak-anak SEBELUM sampai BALIGH apa-apa yang di perbuat dari pada KEBAIKAN maka di tuliskan untuk diri nya dan untuk kedua ayah bunda nya.
Dan apa-apa yang di perbuat nya daripada KEJAHATAN maka tiadalah di tuliskan untuk diri nya dan tidak juga untuk kedua ayah bunda nya.
Tetapi apabila telah BALIGH berlaku lah yang di tulis itu atas nya ia itu BAIK dan BURUK NYA.

Download Murottal Al Bayyinah - Abu Usamah

Assalamu'alaykum
Download murottal QS Al Bayyinah dari Abu Usamah. Download secara gratis disini [ Download ]

Dilarang Keras, Membanggakan Nasab

Assalamu'alaykum



"Saya dari keturunan ningrat lho"
"Saya dari keturunan masyayikh lho"
Kalimat bernada pamer tersebut sering kali kita dengar. Banyak orang disekitar kita yang suka membangga-banggakan nasab atau keturunannya. Padahal dalam Islam hal tersebut sangat dilarang, karena akan menimbulkan sifat riya' dan sombong. Na'udzu billahi

"Hendaklah semua kaum berhenti membangga-banggakan moyang mereka yang telah mati, atau jika tidak, niscaya mereka akan menjadi lebih hina bagi Allah daripada bajing yang mengorek kotoran (tahi) dengan hidungnya."(Riwayat Tirmidzi)

 "Ada empat perkara yang masih ada pada umatku yang termasuk perilaku Jahiliyah yang tidak akan mereka tinggalkan, yaitu membanggakan nenek moyang, mencela kerabat, meminta hujan dengan bintang dan meratapi kematian." (Riwayat Muslim)

ini adalah sebuah cercaan keras dari Rasulullah. Sebab yang menjadikan kita mulia atau tidak itu adalah dirikita sendiri, bukannya bapak atau kakek kita.

Disamping itu, kita juga harus menjaga nama baik keluarga dan nasab,  jangan sampai orang yang bernasab dari seorang habib atau syekh malah menunjukan sifat yang tercela, sombong, angkuh, dan lain sebagainya.

Membangga-banggakan hanya dengan sekadar keturunan tidak boleh sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah n dan berbangga-bangga dengan keturunan itu termasuk perilaku jahiliyah. Sesungguhnya manusia menjadi mulia hanya karena amal perbuatannya, tidak akan berguna baginya kemulian bapak-bapak mereka terdahulu. Wallahu a'lam

Hukum Memakai Marga di Belakang Nama

Assalamu'alaykum


Dalam Firman-Nya tersebut, Allah mengharamkan kita untuk memakai nama marga selain nama dari orangtua, entah ayah atau kakeknya.
Sungguh telah datang ancaman yang keras bagi  orang-orang yang menisbatkan kepada selain ayahnya. Sering kita jumpai para wanita menisbatkan namanya dengan nama suaminya. Hal tersebut diharamkan oleh Allah, karena yang seperti itu meniru budaya kaum kafir.

Dalam Islam, nama marga yang boleh dicantumkan di belakang nama kita hanyalah anak atau keturunan, entah itu nama ayah atau nama kakek.

Barangsiapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapakny atau menisbatkan diriny kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah, malaikat dan segenap manusia. Pada hari kiamat nanti Allah tidak akan menerima dariny ibadah yang wajib maupun yang sunnah.
[Di keluarkan oleh Muslim dalam al-Hajj (3327 dan Tirmidzi dalam al-wala' wal Habbab bab Ma'Ja`a firman tawalla ghoiro mawalihi (2127), Ahmad (616) dari hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu]

“Barangsiapa bernasab kepada selain ayahny dan ia mengetahui bahwa ia bukan ayahny. Maka surga haram baginya.”
[Dikeluarkan oleh Bukhari dalam al-Maghozi bab: Ghozwatuth Thoif (3982), Muslim dlm "al-Iman" (220) Abu Dawud dlm "al-Adab" (bab: Bab seseorang mengaku keturunan dari yang bukan bapakny (5113) dan Ibnu Majah dalam (al-Hudud) bab: Bab orang yang mengaku keturunan dari yang bukan bapakny atau berwali kepada selain waliny (2610) dan Ibnu Hibban (415) dan Darimi (2453) dan Ahmad (1500) dan hadits Abdi waqqash & Abu Bakroh radhiyallahu'anhuma)

Empat Hari Raya Islam dalam Setahun

Assalamu'alaykum

Makna hari raya dalam Islam sendiri adalah hari besar atau hari dimana terdapat peristiwa religius yang menyertainya. Dan hari raya itu sendiri bukan hanya terdiri dari dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Melainkan empat hari raya yang dilalui umat Islam dalam satu tahun:

1. Hari Jum'at
Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.” (HR. Ahmad)

2. Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal
3. Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban
4. Hari Maulid Nabi Muhammad SAW
“Barang siapa yang memulyakan / memperingati hari kelahiranku maka aku akan memberinya syafa’at pada hari kiamat. Dan barang siapa memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiranku, maka akan diberi pahala seperti memberikan infaq emas sebesar gunung fii sabilillah"