Bilal bin Rabbah

Ia adalah seorang lelaki berkulit hitam dan bertubuh tinggi kurus. Semula ia seorang budak belian yang tiada berharta. Ia bekerja sebagai penggembala unta dengan upah dua genggam kurma.

Dalam keadaan tak berpakaian ia dibaringkan di atas bara agar ia meninggalkan agamanya. Tetapi ia bertahan dengan keyakinannya. Di tengah teriknya matahari yang panas di gurun pasir, ia di lemparkan ke sana dan di dijatuhkanlah batu besar ke dadanya hingga menindih tubuhnya. Siksaan itu tiada lain agar ia berpaling dari Rabb-Nya. Akan tetapi tak sepatah kata pun ia ucap kecuali " Ahad.. Ahad.."

Penyiksaan itu dilakukan hingga matahari tenggelam. Setelah itu badannya ditegakkan, lehernya diikat lalu diseret dan digiring keliling bukit dan jalan-jalan kota. Namun bibirnya tak lekang berucap "Ahad, yang berarti Esa, Rabb yang Esa.

Itulah sebabnya Islam menganugerahkan kepadanya kedudukan menjadi sahabat Rasulullah yang mulia. Dialah Bilal bin Rabah, muazin Rasulullah yang memiliki kekuatan aqidah yang menghujam. Sungguh kekuatan iman dan cahaya kebenaran telah menembus relung jiwanya. Hingga siksaan seberat itu ia kuasa menahannya. Sepanjang hidupnya ia korbankan untuk kemuliaan Islam. Ia bernadzar untuk menyerahkan sisa hidup dan usianya dalam perjuangan jihad fi sabilillah ( berjuang di jalan Allah ).

Hitam legam tubuhnya dan kekurangan fisiknya tak ada artinya dibanding dengan prestasi keimanan dan ketaqwaannya. Karena itulah dirinya dijamin dengan surga. Bahkan terompahnya pun terdengar oleh Rasulullah di surga. Maha Suci Allah yang menilai seseorang dengan sebenar-benar penilaian. Bukan warna kulit, rupa dan raga, melainkan iman, taqwa dan akhlaq mulia... Subhanallah

Tahlilan Menurut Islam

Assalamu'alaykum

Mungkin masalah ini sudah sangat sangat sering di bahas di beberapa forum diskusi agama. Tapi, diantara diskusi-diskusi tersebut seringkali membawa hasil yang berbeda satu sama lain. Disini kami hanya ingin memberi referensi mengenai hal ini.

Tahlilan atau selamatan (walimah/walimatul) ini seringkali di lakukan oleh masyarakat Indonesia. Ada yang menganggap hal ini senagai Bid'ah Dholalah atau bid'ah yang tercela. Ada juga yang menganggap ini sebagai bid'ah khasanah atau bid'ah yang baik, dengan kata lain mereka memperbolehkan kita melakukan hal ini.
Asal usul tahlilan sendiri adalah berasal dari ajaran Para Wali Songo (Wali 9/9Waliyullah) yang berasal dari tanah jawa. Mereka memperkenalkan ajaran ini ke masyarakat dengan tujuan mendoakan seseorang yang telah meninggal sekaligus mengajak masyarakat untuk masuk ke dalam agama Islam tanpa ada paksaan. Kita tentu tidak boleh seenaknya sendiri mengatakan ajaran ini salah tanpa ada dasarnya, ilmu para waliyullah ini jauh lebih tinggi daripada ilmu kita sebagai HAMBA PENDOSA.
Dalam beribadah, kita harus melihat guru kita, bukan dari menukil kitab karangan itu, ini, atau dia.

Saya punya kisah, silakan disimak
Disebuah desa di daerah Banyuwangi, terdapat seorang Kyai yang cukup disegani dan memiliki lembaga pendidikan dengan jumlah santri yang cukup banyak, sebut saja Kyai Fulan. Kyai Fulan, tampaknya kurang begitu puas dengan ilmu yang diperoleh dari berbagai pondok pesantren yang pernah ia singgahi waktu muda dulu. Dia mempunyai seorang putra yang ia gadang-gadang menjadi penggantinya kelak jika ia sudah menghadap Sang Pencipta.
Sebagai calon pengganti si Anak -sebut saja Gus Zaid- ia ‘titipkan’ pada lembaga-lembaga pendidikan agama yang dibilang favorit di negeri ini. Dikatakan favorit, karena lembaga ini dikelola dengan manajemen yang rapi, dan moderen, juga ditangani oleh guru-guru yang ‘alim’ lulusan universitas-universitas di Arab Saudi, negara tempat Islam dilahirkan.

Saat Gus Zaid masih dalam penyelesaian pendidikannya di lembaga favorit itu, Kyai Fulan wafat. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Gus Zaid pun diminta pulang oleh keluarganya.
Seperti lazimnya adat kalangan NU, upacara pemakaman Kyai Fulan dilakukan dengan tradisi-tradisi yang indentik dengan kalangan nahdliyin. Ketika Gus Zaid sampai di rumah dan melihat acara pemakaman yang sedang berlangsung, ia kaget dan menahan amarah, karena semua acara yang dilaksanakan dianggapnya bid’ah. Tapi saat ini ia mampu bersabar.
Saat seorang Kyai tetangga yang juga teman Kyai Fulan, –sebut saja Kyai Umar– memberikan sambutan atas nama wakil tuan rumah, ketika jenazah akan diberangkatkan, setelah bicara ini dan itu, ia menyampaikan bahwa nanti malam sampai malam ke-7 kematian Kyai Fulan akan diadakan acara tahlilan setelah maghrib. Mendengar hal itu, Gus Zaid yang semenjak kedatangannya sudah memendam amarah dan kebencian, tanpa ba bi bu, ia langsung menyambar mikrofon dari Kyai Umar dan berkata: “Tidak ada tahlil bagi bapakku malam nanti. Tahlil adalah bid’ah dan doa orang yang masih hidup untuk orang yang telah meninggal dunia tidak sampai, wa an laysa lil insani illa ma sa’a. Sekian terima kasih!”. Lalu ia berikan lagi mikrofon itu kepada Kyai Umar.
Para pelayat tersentak kaget. Kyai Umar hanya tersenyum dan melanjutkan sambutannya. “Benar saudara-saudaraku sekalian, wa an laysa lil insani illa ma sa’a. Karena Gus Zaid sudah mengatakan demikian, maka nanti malam dan seterusnya tahlil tidak diadakan. Sekarang mari kita berdoa semoga Kyai Fulan di siksa dalam Kubur!. Semoga dosa-dosa tidak terampuni, semoga dia menjadi bahan bakar api neraka dan tidak pernah dimasukkan ke dalam Surga!”.
Para pelayat serentak meneriakkan, “Amiiiiin!”.
Gus Zaid: “?????”. “Kok mendoakan begitu untuk bapakku”.
Kyai Umar dengan enteng menjawab: “Kan Allah berfirman, wa an laysa lil insani illa ma sa’a?”.
Gus Zaid: Ya sudah nanti malam tahlilan…..!
 ____________________________________________________________________________________


Rasulullah bersabda: "Orang mati itu di dalam kuburnya seperti orang lemas yang meminta-minta pertolongan. Dia menunggu doa berhubungan dengannya daripada saudaranya atau sahabatnya, maka mendapat doa tersebut adalah lebih baik baginya dari dunia seisinya."

Dalil tentang sampainya pahala kepada sang mayit : Rasulullah bersabda : “Siapa yang melalui perkuburan lalu membaca Suratul Ikhlash 11 kali, kemudian dihadiahkan pahalanya kepada orang-orang mati, dikurniakan pahala baginya sebanyak bilangan orang-orang mati tersebut.”

banyak orang yang mengatakan bahwa tahlilan itu bid'ah. Dan memang setiap bid'ah itu sesat, dan jika sesat pasti akan masuk neraka. Anda pun sekarang sedang melakukan bid'ah dengan menggunakan komputer maupun HP. Untuk lebih mengetahui tentang apa itu bid'ah, silakan anda baca di artikel lain kami.

Islam itu fleksibel, karena kejadian yang tidak terjadi di zaman Rasulullah bisa saja terjadi di zaman para sahabat. Demikian pula, kejadian yang tidak terjadi di zaman sahabat, bisa terjadi di zaman tabi’in yaitu orang-orang yang hidup pada generasi setelah para sahabat Nabi (saw), dan begitupun seterusnya.

Nah, mengenai perbedaan pendapat tentang masalah ini tidak lantas menjadi alasan untuk berpecah belah. Mujtaba salah seorang Hafiz Qur'an muda dari Iran mengakui bahwa menyatukan beberapa pendapat menjadi satu itu memang sulit. Dan pesan saya, lakukanlah apa yang hati anda katakan dan yakini, dan jangan lakukan apa yang hati anda tidak yakini.

Wassalamu'alaikum

Nomor Darurat Para Muslim-Muslimah

Assalamu'alaykum

Silakan Anda hubungi nomor dibawah ini saat anda sedang dalam keadaan darurat. Seperti saat anda sedang

"Anda sedih................................................. Qur'an 02:25
"Anda Berdosa..............................................Qur'an 39:53
"Anda mencari teman....................................Qur'an 02:257
"Anda mencari kedamaian..............................Qur'an 05:16
"Anda tertekan...............................................Qur'an 13:28
"Anda mencari cinta dan ketenangan...............Qur'an 30:21
"Anda merindukan teman/sahabat...................Qur'an 50:16
"Anda merasa tidak dihargai............................Qur'an 76:22
"Anda merasa seperti pecundang.....................Qur'an 12:87
"Anda membutuhkan jaminan ganda................Qur'an 15:43
"Anda butuh pembebasan dari ketakutan..........Qur'an 03:135
"Anda bosan dari kesusahan/kesulitan...............Qur'an 94:05
"Ada orang sombong (menantang) anda............Qur'an 25:63

Telfon bebas pulsa bahkan dapat pahala (InsyaAllah)
ini adalah angka langsung yang tidak melalui perantara:
Pastikan bahwa tidak ada penyedia layanan telfon

Demikian, semoga bermanfaat

 Wassalamu'alaykum

Berwudhu Setelah Mandi

Assalamu'alaykum

Sering kali kita berwudhu setelah mandi dan masih dalam keadaan membuka aurat. Banyak pertanyaan mengenai hal ini di masyarakat, apakah boleh ? Sah kah wudhu nya ?
Jawaban dari pertanyaan itu akan kami sampaikan disini.

Rasulullah S.A.W bersabda :

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مما مَلَكَتْ يَمينُكَ
  “Jaga auratmu, kecuali untuk istrimu atau budakmu.”

Lalu ada sebuah pertanyaan :"Bagaimana jika seorang laki-laki bersama laki-laki lain"

Rasul menjawab:

إن اسْتَطَعْتَ أَنْ لاَ يَرَاهَا أَحَدٌ فَافْعَلْ 
“Jika engkau mampu agar auratmu tidak dilihat orang lain, lakukanlah!”

Intinya, jika kita berwudhu dalam keadaan setelah mandi dan masih membuka aurat hukumnya boleh dan wudhunya juga sah. Hal ini sama yang di fatwakan oleh Komite Fatwa Arab Saudi Ketika ditanya masalah wudhu dalam kondisi telanjang atau hanya memakai celana pendek, tim fatwa menjawab:

Wudhunya sah, karena membuka aurat maupun hanya memakai celana pendek, tidaklah menghalangi sahnya wudhu.

Jadi, pertanyaan di benak anda selama ini sudah terjawab kan ?

Wallahu a'lam bisshawab

Wassalamu'alaykum

Indonesia Butuh Pemuda Dakwah

Assalamu'alaykum

Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini (28/10) saya ingin sedikit berbagi tentang kebutuhan Indonesia akan pemuda dakwah.

Bagi sebagian pemuda, dakwah merupakan hal yang sangat berat. Mereka menganggap dakwah itu tugas para kyai, habaib, ulama, dan para bapak-bapak berbaju taqwa dan berjenggot panjang. Saya tekankan, hal tersebut SALAH BESAR. Karena kita sebagai kaum muda juga harus turut berperan dalam berdakwah. Untuk permulaan, tak perlu lah kita menggunakan pakaian panjang serba putih dan kopiah. Kita bisa memulai dakwah di lingkungan sekitar, sekolah, tempat nongkrong (dengan asumsi tempat nongkrong yang positif). Kita bisa menyampaikan beberapa hadist atau ayat suci Al-Qur'an kepada tetangga kita, teman kita, dan orang-orang disekitar kita disaat kita sedang ngobrol bersama mereka. Rasulullah juga pernah mengajarkan kepada kita, bahwa kita harus menyampaikan risalah agama Islam walaupun hanya satu ayat. Kita bisa menyelipkan dakwah kita diantara perbincangan dengan teman maupun orang-orang sekitar.

Jika kita lihat, banyak para pemuda yang mulai melenceng dari agama Islam. Mereka memakai narkoba, minum, dan lebih-lebih berzina. Naudzubillahi min dzalik. Jika pemuda Indonesia seperti ini, bagaimana masa depan Indonesia. Ada pepatah mengatakan, The Young today is the leader tomorow. Pepatah tersebut sangat benar, dan jika pemuda di jaman sekarang aja sudah tidak karuan. Mau jadi apa Indonesia di masa mendatang.

Untuk itu, kita harus melakukan aksi untuk Indonesia. Untuk merubah generasi muda yang negatif menjadi generasi muda yang Qur'ani, berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan As-Sunah. Generasi muda pendakwah, Generasi muda yang cinta tanah air, generasi muda yang hormat kepada orang tua. Agar di masa mendatang masa depan bangsa Indonesia tidak bubrah.

Ayo ! mulai sekarang kita harus mengajak generasi muda untuk aktiv dalam kegiatan positif. Daripada mereka hanya tawuran, maksiat, dan lain sebagainya. Untuk menumbuhkan rasa CINTA TANAH AIR, TASAMUH (toleransi), dan TAAT KEPADA PERATURAN. Saya yakin, jika kita berani bertindak, Insyaa Allah masa depan Indonesia tidak akan terjerumus ke dalam lubang kemiskinan, tapi jika sedari sekarang  kita hanya berfoya-foya, saya yakin, masa depan Indonesia akan lebih buruk daripada masa-masa sekarang.
#PemudaDakwah

Wassalamu'alaykum..

Hukum Pacaran di Mata Islam

Asslamu'alaykum

Pemuda di jaman sekarang sangat identik dengan pacaran, kata mereka kalau gak punya pacar itu gak gaul. Mereka dengan bangga nya jalan bareng ke mal atau ke tempat-tempat umum lain dengan gandengan tangan bahkan sampai pelukan dan ciuman. Tapi, sebenarnya dalam Islam tidak ada anjuran untuk pacaran sampai gandengan, pelukan, dan ciuman dengan lawan jenis yang belum mahram.

Jika sudah mulai tumbuh benih-benih cinta kepada lawan jenis, maka bersegeralah untuk menikah. Karena itu akan menjaga kesucian dan kehormatan kalian. Tapi, apabila kalian belum mampu, maka hendaklah kalian mencintainya dalam diam, cukup Allah dan kita saja yang mengetahui perasaan itu, cintailah dia dari kejauhan, agar terjaga kesucian dan kehormatan. Tapi, jika kalian merasa butuh waktu pendekatan sebelum menikah, maka ber khitbah lah. Khitbah dalam masyarakat sering juga disebut sebagai tunangan, untuk mengenal lebih jauh tentang pasangan dan merencanakan untuk menikah. Khitbah itulah yang diperbolehkan dalam Islam

Jika seseorang menyatakan cinta pada lawan jenisnya yang tidak dimaksudkan untuk menikahinya saat itu atau dalam waktu dekat, apakah hukumnya haram? Tentu tidak, karena rasa cinta adalah fitrah yang diberikan allah, sebagaimana dalam firman-Nya berikut: 
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakanuntukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Rum: 21)

Allah telah menjadikan rasa cinta dalam diri manusia baik pada laki- laki maupun perempuan. Dengan adanya rasa cinta, manusia bisa hidup berpasang-pasangan. Adanya pernikahan tentu harus didahului rasa cinta. Seandainya tidak ada cinta, pasti tidak ada orang yang mau membangun rumah tangga. Seperti halnya hewan, mereka memiliki instink seksualitas tetapi tidak memiliki rasa cinta, sehingga setiap kali bisa berganti pasangan. Hewan tidak membangun rumah tangga. Menyatakan cinta sebagai kejujuran hati tidak bertentangan dengan syariat Islam. Karena tidak ada satu pun ayat atau hadis yang secara eksplisit atau implisit melarangnya. Islam hanya memberikan batasan-batasan antara yang boleh dan yang tidak boleh dalam hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Batasan-batasan dalam Islam :

1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kepada zina Allah SWT berfirman, "Dan janganlah kamu mendekati zina: sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32) Maksud ayat ini, janganlah kamu melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menjerumuskan kamu pada perbuatan zina. Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.

2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahramnya Rasulullah SAW bersabda, "Lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). "

3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya
Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk berdua-duan.
Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan
yang tidak mahramnya, karena ketiganya adalah setan." (HR. Ahmad)

4. Harus menjaga mata atau pandangan
Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah berfirman, "Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka.....Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka..." (QS. An-Nur: 30-31)

Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan jenis penuh dengan gelora nafsu.

5. Menutup aurat
Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai "make up" dan sebagainya setiap langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apa lagi masuk surga)
Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh. Tetapi persoalannya mungkinkah pacaran tanpa berpandang-pandangan, berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau mungkin silakan berpacaran, tetapi kalau tidak mungkin maka jangan sekali-kali berpacaran karena azab yang pedih siap menanti Anda.

Wassalamu'alaykum..

Biografi Sayyid Muhammad Husein Tabataba'i

Sayyid Muhammd Husein Tabatabai. Seorang hafiz Quran cilik yang berasal dari kota Qom di Iran. Lelaki yang kini sudah berusia dewasa ini juga telah memperoleh gelar Doktor Honoris Causa di usianya yang ke tujuh tahun, selain itu dia juga sudah menjadi seorang mubaligh cilik yang selalu berbicara dan menjawab pertanyaan hadirin dengan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Pada Bulan February 1998, di Kerajaan Inggris tepatnya di Hijaz College Islamic University Husein yang yang waktu itu baru berusia 7 tahun menjalani ujian doktoral. Ujian yang harus dilaluinya terdiri dari 5 bidang :
  • Menghafal Al-Quran dan menerjemahkan dalam bahasa ibu (persia)
  • Menerangkan topik ayal Al-Quran
  • Menafsirkan dan menerangkan ayat Al-Quran dengan ayat lainya dalam Al-Quran
  • Bercakap-cakap dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran
  • Menerangkan makna Al-Quran dengan metode isyarat tangan
Setelah menjalani ujian selama 210 menit, akhirnya tim penguji memberi nilai 93. Dimana nilai ini mengukuhkanya sebagai Doktor Honoris Causa.
Standard Penilaian :
  • 60 – 70 Sertifikat diploma
  • 70 – 80 Sarjana Kehormatan
  • 80 – 90 Magister Kehormatan
  • 90 ketas Doktoe Kehormatan (honoris cause)
Pada tanggal 19 Februari 1998 Husein menerima ijazah Doktor Honoris Causa dalam bidang Science of The Retention of The Holy Quran.
Buku ini juga disertai VCD yang isinya forum-forum baik di dalam negeri (Iran) maupun di luar negeri yang menceritakan bagaimana bocah cilik ini menunjukkan kehebatanya dalam menghafal dan memahami Al-Quran.
Buku ini juga bercerita tentang masa kecil Husein, dimana kedua orang tuanya juga seorang penghafal Al-Quran. Pada Usia 2 tahun 4 bulan Husein sudah menghafal juz 30 (Juz ‘Amma) secara otodidak, hasil dari rutinitasnya dalam mengikuti ibunya yang menjadi penghafal dan pengajar Al-Quran.
Berikut adalah beberapa dialog dalam buku itu yang menunjukkan kepiawaian bocah ini dalam memahami Al-Quran dan menggunakan ayat-ayat Al-Quran dalam percakapan sehari-hari, dialog ini dilakukan sepulang husein mendapat gelar Doktor dari Inggris :
Tanya (T) : Bagaimana ujian yang kamu lalui di Inggris ?
Beberapa hari yang lalu saya jalan-jalan ke Gramedia dan menemukan Buku Best Seller yang yang berjudul Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Quran. Buku ini menceritakan seorang anak kecil yang baru berusia 7 tahun tetapi sudah hafal dan paham Al-Quran. Anak kecil ini bahkan bisa memahami Al-Quran walaupun bahasa ibunya bukan bahasa Arab, anak ini bernama Sayyid Mohammad Hussein Tabātabā’i. Pada Bulan February 1998, di Kerajaan Inggris tepatnya di Hijaz College Islamic University Husein yang yang waktu itu baru berusia 7 tahun menjalani ujian doktoral. Ujian yang harus dilaluinya terdiri dari 5 bidang :
  • Menghafal Al-Quran dan menerjemahkan dalam bahasa ibu (persia)
  • Menerangkan topik ayal Al-Quran
  • Menafsirkan dan menerangkan ayat Al-Quran dengan ayat lainya dalam Al-Quran
  • Bercakap-cakap dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran
  • Menerangkan makna Al-Quran dengan metode isyarat tangan
Setelah menjalani ujian selama 210 menit, akhirnya tim penguji memberi nilai 93. Dimana nilai ini mengukuhkanya sebagai Doktor Honoris Causa.
Standard Penilaian :
  • 60 – 70 Sertifikat diploma
  • 70 – 80 Sarjana Kehormatan
  • 80 – 90 Magister Kehormatan
  • 90 ketas Doktoe Kehormatan (honoris cause)
Pada tanggal 19 Februari 1998 Husein menerima ijazah Doktor Honoris Causa dalam bidang Science of The Retention of The Holy Quran.
Buku ini juga disertai VCD yang isinya forum-forum baik di dalam negeri (Iran) maupun di luar negeri yang menceritakan bagaimana bocah cilik ini menunjukkan kehebatanya dalam menghafal dan memahami Al-Quran.
Buku ini juga bercerita tentang masa kecil Husein, dimana kedua orang tuanya juga seorang penghafal Al-Quran. Pada Usia 2 tahun 4 bulan Husein sudah menghafal juz 30 (Juz ‘Amma) secara otodidak, hasil dari rutinitasnya dalam mengikuti ibunya yang menjadi penghafal dan pengajar Al-Quran.
Berikut adalah beberapa dialog dalam buku itu yang menunjukkan kepiawaian bocah ini dalam memahami Al-Quran dan menggunakan ayat-ayat Al-Quran dalam percakapan sehari-hari, dialog ini dilakukan sepulang husein mendapat gelar Doktor dari Inggris :
Penanya Bagaimana ujian yang kamu lalui di Inggris ?
Husein ” Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” ( QS 94:6 )
Penanya Apa Tanggapan orang2x di sana ( Inggris ) dalam acara2x Qurani-mu?
Husein ” Mereka Tertawa ” (QS 83:34) [ Maksud Husein org2x di Inggris tuh merasa senang/bahagia ]
Penanya Jika kamu ditanya orang, ‘ buat apa engkau ke inggris ‘ ? apa jawabanmu ?
Husein ” Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu ” ( QS 5:67 )
[ yang dimaksud Husein adalah dia ke Inggris untuk menyampaikan ayat-ayat al-Quran ].
Penanya Engkau belum lulus SD, bagaimana mungkin mendapat gelar doctor ?
Husein ” Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka ” ( QS 3:170 ).
[ maksudnya, semua itu adalah karunia Allah ]
Penanya Bagaimana Ilmu itu diajarkan ?
Husein ” Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh ( berjihad ) untuk Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. ” (QS 29:69)
[maksud Husein, bila manusia berusaha mencari dengan bersungguh2x, maka Allah akan membuka jalan ilmu baginya. ]
Penanya  Kapan engkau akan menikah ?
Husein ( sambil tersenyum ) ” Dan apabila anak-anak telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin. ” ( QS 24:59)
[ maksud Husein akan menikah jika umurnya sudah baligh ]
Dan masih banyak lagi dialog2x yang dijawab oleh Husein menggunakan ayat2x Al Qur’an,diantaranya:
Penanya Apa kabarmu..?
Husein ” Dan penutup doa mereka ialah Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamin ” ( QS 10:10).[ Maksud Husein, kabarnya baik2x saja, dan untuk itu, segala puji bagi Allah Pemilik Semesta Alam. ]
Penanya Di manakah Tuhan ?
Husein ” Maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. ” ( QS 2 : 115 )
Penanya Ayat mana dalam Al-Quran yag paling engkau sukai ?
Husein ” Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya deritaanmu, sangat menginginkan ( Keimanan dan Keselamatan ) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. ” (QS 9:128)
Berikut ini endorsment di cover belakang buku:
“Keteladanan menjadi kunci utama dalam proses pendidikan, tanpa keteladanan pendidikan hanya akan menjadi transfer of knowledge tapi tidak transfer of value. Kisah dalam buku ini sangat baik untuk dijadikan ibrah (pelajaran) dalam hidup dan kehidupan kita.” ~ Dr Arief Rachman, MPd – Pakar Pendidikan
“Saya telah menggeluti Al-Quran selama lebih dari 20 tahun, namun kini kembali menjadi murid yang harus menulis catatan di buku pelajaran. Apa pun yang ia (Husein) katakan, saya catat. Saya dengan bangga menyatakan diri sebagai murid dari guru yang masih berusia 5 tahun ini!” ~ Ayatullah Mohsen Qiraati, Mufassir Kontemporer Iran.
“Sayyid Husein memiliki kemampuan yang sangat menakjubkan dan para peneliti seharusnya melakukan penelitian mengenai bagaimana metode Husein dalam menghafal dan memahami Al-Quran.” ~ Ayatullah Hashemi Rafsanjani
” Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” ( QS 94:6 )
Penanya Apa Tanggapan orang2x di sana ( Inggris ) dalam acara2x Qurani-mu?
Husein ” Mereka Tertawa ” (QS 83:34) [ Maksud Husein org2x di Inggris tuh merasa senang/bahagia ]
Penanya Jika kamu ditanya orang, ‘ buat apa engkau ke inggris ‘ ? apa jawabanmu ?
Husein ” Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu ” ( QS 5:67 )
[ yang dimaksud Husein adalah dia ke Inggris untuk menyampaikan ayat-ayat al-Quran ].
Penanya Engkau belum lulus SD, bagaimana mungkin mendapat gelar doctor ?
Husein ” Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka ” ( QS 3:170 ).
[ maksudnya, semua itu adalah karunia Allah ]
Penanya Bagaimana Ilmu itu diajarkan ?
Husein ” Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh ( berjihad ) untuk Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. ” (QS 29:69)
[maksud Husein, bila manusia berusaha mencari dengan bersungguh2x, maka Allah akan membuka jalan ilmu baginya. ]
Penanya Kapan engkau akan menikah ?
Husein ( sambil tersenyum ) ” Dan apabila anak-anak telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin. ” ( QS 24:59)
[ maksud Husein akan menikah jika umurnya sudah baligh ]
Dan masih banyak lagi dialog2x yang dijawab oleh Husein menggunakan ayat2x Al Qur’an,diantaranya:
Penanya Apa kabarmu..?
Husein ” Dan penutup doa mereka ialah Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamin ” ( QS 10:10).[ Maksud Husein, kabarnya baik2x saja, dan untuk itu, segala puji bagi Allah Pemilik Semesta Alam. ]
Penanya Di manakah Tuhan ?
Husein ” Maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. ” ( QS 2 : 115 )
Penanya Ayat mana dalam Al-Quran yag paling engkau sukai ?
Husein ” Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya deritaanmu, sangat menginginkan ( Keimanan dan Keselamatan ) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. ” (QS 9:128)
Berikut ini endorsment di cover belakang buku:
“Keteladanan menjadi kunci utama dalam proses pendidikan, tanpa keteladanan pendidikan hanya akan menjadi transfer of knowledge tapi tidak transfer of value. Kisah dalam buku ini sangat baik untuk dijadikan ibrah (pelajaran) dalam hidup dan kehidupan kita.” ~ Dr Arief Rachman, MPd – Pakar Pendidikan
“Saya telah menggeluti Al-Quran selama lebih dari 20 tahun, namun kini kembali menjadi murid yang harus menulis catatan di buku pelajaran. Apa pun yang ia (Husein) katakan, saya catat. Saya dengan bangga menyatakan diri sebagai murid dari guru yang masih berusia 5 tahun ini!” ~ Ayatullah Mohsen Qiraati, Mufassir Kontemporer Iran.
“Sayyid Husein memiliki kemampuan yang sangat menakjubkan dan para peneliti seharusnya melakukan penelitian mengenai bagaimana metode Husein dalam menghafal dan memahami Al-Quran.” ~ Ayatullah Hashemi Rafsanjani