Penentuan Awal Ramadhan

Saat saat menjelang bulan Ramadhan seperti ini biasanya muncul banyak perdebatan mengenai penentuan awal dan akhir bulan Ramadhan. Ada yang biasa menghitung dengan Hisab ada juga yang biasa menghitung dengan cara Rukyat. Namun menurut kalender Masehi awal bulan Ramadhan tahun ini akan jatuh pada tanggal 20 Juli 2012.

Sementara itu, sembari kita menunggu keputusan dari Kementrian Agama dan lembaga lembaga Islam lainnya kita perlu mempersiapkan diri secara lahir maupun batin untuk menyambut bulan yang penuh akan Rahmat tersebut.

Apapun keputusannya kita terima saja, toh nanti kalau salah Menteri Agama yang akan bertanggung jawab (hehehe). Selamat menyambut bulan Ramadhan

Atheis dan Komunis Boleh Hidup di Indonesia ?

Mahfud MD yang saat ini menjabat sebagai ketua Mahkamah Konstitusi (MK), beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya memberikan hak hidup kepada para kaum Atheis dan Komunis yang ada di Indonesia. Jika di logika, atheis dan komunis sudah sangat bertentangan dengan Pancasila dan ideologi bangsa Indonesia, hal itu mencerminkan bahwa Mahfud MD sendiri orang yang ANTI terhadap Pancasila.

Sementara di Indonesia juga sudah ada landasan mengenai pelarangan atheis dan komunis yang terdapat di Tap MPRS No 25 Tahun 1966 dan UU No 27 tahun 1999. Atheis sendiri juga amat sangat bertentangan dengan agama kita, agama Islam, karena mereka para penganut atheis tidak percaya adanya Tuhan. Untuk itu, kita yang beragama Islam perlu untuk lebih meningkatkan iman dan taqwa kita kepada-Nya agar tidak tersesat di jalan yang salah dan tidak masuk ke kelompok atheis tersebut (Na'udzu billahi min dzalik).

Banyak orang yang menuntut Mahfud MD untuk mundur dari jabatannya karena kasus tersebut. Ya, memang selayaknya seperti itu karena dia juga secara tidak langsung telah mengkhianati negara dan juga Agama Islam.

Streaming Al-Hidayah FM

Assalamu'alaikum,, kaifa aluka ? semoga Antum selalu diberi kesehatan dan selalu dilindungi oleh-Nya. Kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai radio streaming Islami milik Al-Hidayah FM. Radio ini merupakan sub-usaha milik Guru Mulia Al-Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf.

Link Streamingnya ada di blog milik Al-Hidayah FM, atau Antum juga bisa mendengarkannya via blog Info Islamic Blog ini. Untuk di fm.alhidayah.info Antum bisa mendengarkannya di bagian bawah logo streamingnya dengan menekan tombol 'Play' untuk memulainya. sementara untuk di infoislamicblog.blogspot.com Antum bisa mendengarkan di halaman atau laman Streaming, di bawah logo streaming Info Islamic Blog, caranya sama dengan di Al-Hidayah FM yaitu dengan menekan tombol 'play' untuk memulai mendengarkan.

Sementara bagi Antum yang berada di daerah Solo atau sekitarnya, bisa mendengarkannya via radio yang mengudara di saluran 107.6 FM.
Selamat mendengarkan...

Al-Hidayah FM, Media dakwah menjalin Ukhuwah

Makna Tanda Hitam di Dahi

Banyak diantara saudara kita yang mempunyai tanda hitam di dahi/jidat nya. Tanda itu bisa jadi tanda bekas sujud, dan bisa pula bekas lainnya. Seperti pada orang yang menganut kepercayaan Buddha, mereka memiliki tanda hitam itu di dahi mereka, bahkan sampai 6 tanda.



Tapi menurut beberapa saudara kita yang memiliki tanda tersebut, mereka mengatakan bahwa itu adalah tanda bekas sujud kepada-Nya ataupun tanda orang-orang yang rajin sholat. Tapi ternyata tidak pernah ada riwayat yang mengatakan bahwa Rasul S.A.W memiliki tanda tersebut, namun ada juga yang meriwayatkan bahwa para sahabat memiliki tanda tersebut. Dan Allah berfirman : "Muhammad adalah utusan Allah, dan yang beriman bersamanya tegas terhadap orang kafir dan berlemah lembut sesama mereka, kalian lihat mereka ruku dan sujud untuk mencari anugerah dan keridhoan Allah, tanda mereka adalah bekas sujud di wajah mereka.." (Q.S. Al-Fath :29)
Nah,, sebagian dari saudara-saudara kita mengira tanda sujud itu adalah tanda hitam yang ada di kening tersebut, maka mereka membentur-benturkan dan menggesek gesekkan kening mereka ke sajadah maupun karpet pada saat sujud agar di dahinya terdapat tanda hitam itu, lucu sekali bukan :) Astaghfirullah,, betapa mereka tak mengerti apa makna dari ayat tersebut, padahal tanda sujud yang dimaksud dalam ayat tadi adalah cahaya yang terbesit di wajah, yaitu tanda sujud yang terus menerangi wajah mereka hingga di alam barzakh dan di hari kiamat nanti. Mereka menganggap tanda hitam tersebut adalah tanda sujud, kalau yang dimaksud adalah demikian, maka tanda hitam tersebut akan sirna saat kita telah dikubur dan menjadi makanan belatung dan binatang yang ada di dalam tanah. Dan tak pernah ada riwayat yang mengatakan bahwa Nabi Besar Muhammad S.A.W memiliki tanda itu.

Jika Antum ingin memiliki tanda hitam di dahi/kening/jidat, Antum tidak perlu membentur benturkan kepala Antum saat sujud, Antum hanya tinggal perlu mengambil arang yang di beri air lalu oleskan saja ke kening Antum.. Hehehehehe :) (just intermezzo yaa..) Seperti halnya para umat Buddha yang juga memiliki tanda hitam tersebut, mereka tak usah susah payah membenturkan kepala mereka, namun mereka hanya cukup menandainya. dan tentunya BUKAN itu yang dimaksud dengan TANDA SUJUD, dan tanda sujud yang sebenarnya adalah cahaya sujud yang ada di wajah seorang mukminin wal mukminah.

Tapi kita juga tidak boleh ber-su'udzon kepada saudara saudara kita yang memiliki tanda tersebut. tanda itu mungkin karena tidak sengaja terbentur atupun tidak sengaja bergesekkan dengan sajadah atau karpet alas sholat mereka (bisa saja itu karpet yang murahan... hehehe) ataupun mereka bisa jadi mendapatkan tanda itu karena disengaja dengan niat suci karena tidak fahamnya dengan ayat tersebut di atas. Tapi semua amal ibadah kembali kita serahkan urusan itu kepada-Nya yang telah men-skedul kehidupan kita. Baik ataupun tidaknya kita serahkan kembali kepada-Nya. Wallahu a'lam

Aplikasi Android Untuk Info Islamic Blog

Alhamdulillah, akhirnya Admin Info Islamic Blog dapat membuat aplikasi android untuk blog ini. Aplikasi itu bernama AndroIslam yang berisi beberapa artikel dari blog kami. Langsung saja, untuk mendownload aplikasi tersebut, silakan klik disini atau copas link berikut syukron

disana Anda bisa membaca beberapa artikel dari blog kami, terimakasih dan semoga bermanfaat

Do'a Menghadapi Ujian Nasional

Bagi kalian yang sedang atau akan menghadapi Ujian Nasional. Saya akan membagikan informasi mengenai do'a untuk menghadapinya.

 Berikut adalah tips dan do'a untuk menghadapi Ujian Nasional :
Tips pertama :
1. Setelah Shalat maghrib kita dan kedua orangtua kita membaca surat Al-Ikhlas sebanyak banyaknya.
2. Sebelum berangkat ujian kita meminta maaf dan meminta doa restu kepada kedua orangtua kita dan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak banyaknya.
3. Saat Ujian baca surat Al- Fatihah 1x yang ditunjukan kepada guru mata pelajaran/pengawas ruang.

Ada juga do'a lain yg bisa kalian baca, berikut tips dan do'anya :
1. Membaca Al-Fatihah , Istighfar , Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq dan Ayat Kursi,
2. Doa ketika menghadapi Ujian : Allahummaj'allumi wal imtihanaati minannasihiina
"Ya Allah jadikanlah belajar & ujianku berada dalam keberhasilan. "

dan saat belajar juga dianjurkan membaca :

Bismillah, Allaahumma ‘allimnii bimaa yanfa’unii wanfa’nii bimaa ‘allamtanii innaka antal ‘aliimulkhabiiru
“Ya Allah, ajarilah aku akan segala hal yang bermanfaat bagiku dan berilah manfaat semua pengetahuan yang telah aku pelajari. Sungguh Engkau Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana ”

Selain berdo'a kita juga harus selalu berusaha. Jangan takut dengan UN. Karena jika kita berdo'a memohon kepada Allah S.W.T maka Allah pasti akan menolong kita. Salam sukses.
Semoga pembaca, maupun siswa/i yang sedang atau akan menghadapi ujian diberi kemudahan dalam mengerjakan soal demi soal. Alhasil akan mendapat nilai yang dapat membuat orang tua tersenyum bangga. Amin Allahumma Amin.

Jangan Sembarangan Menuliskan Lafadz Allah

Hakikat tulisan bahasa sebenarnya adalah teknik mensimbolkan bunyi-bunyi bahasa yang memiliki makna. Tulisan dibuat agar gagasan/ide yang dikandung bahasa yang diucapkan secara lisan bisa didokumentasikan dan ditransfer lintas generasi  Tulisan adalah jenis kesepakatan komunitas, karena itu bentuk-bentuk tulisan dalam berbagai peradaban bisa berbeda-beda. Tulisan Arab  berbeda dengan Cina, India, Jawa, Eropa, dst.
Islam sendiri tidak pernah memerintahkan jenis tulisan tertentu yang mengikat kaum Muslimin agar tulisan tersebut dipakai ketika menulis. Tidak ada dalil dalam Al-Quran maupun As-Sunnah yang mewajibkan seorang Muslim terikat dengan tulisan tertentu. Tulisan Arab pun tidak lebih adalah uslub (teknik) mensimbolkan bunyi-bunyi bahasa Arab  yang memiliki makna yang merupakan hasil peradaban. Taqrir (sikap diam) Nabi terhadap tulisan Arab  adalah taqrir terhadap Uslub penulisan, bukan Taqrir untuk mewajibkan kaum Muslimin untuk memakai tulisan Arab  ketika mengungkapkan
bahasa. Nabi sendiri pernah memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk mempelajari tulisan Yahudi.
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ السُّرْيَانِيَّةَ

“Dari Zaid bin Tsabit beliau berkata; Rasulullah SAW memerintahkan kepadaku untuk belajar Assuryaniyyah (tulisan yahudi)”
 (HR. Attirmidzi)
Karena itu setiap Muslim tidak terikat untuk memakai tulisan Arab  dalam tulisan mereka, baik bahasa yang diungkapkan adalah bahasa Arab  maupun bahasa lokal (kecuali tulisan Al-Quran). Tiap-tiap Muslim boleh memakai tulisan apapun yang disepakati komunitas selama tidak mengandung mafhum (pemahaman) yang bertentangan dengan Islam. Jadi, boleh hukumnya menulis dengan tulisan Arab, Latin, India, Jawa, Cina, dll karena semua itu hanyalah teknik mengungkapkan/simbolisasi bunyi-bunyi bahasa.
Kata “4JJI” sendiri secara fakta digunakan oleh sebagian orang sebagai bentuk “kreasi” penulisan dalam SMS yang kemudian berkembang secara meluas. Penulisan tersebut sebenarnya adalah bentuk “keterpaksaan” ketika HP tidak mendukung font Arab, atau sebuah kesengajaan sebagai suatu karya seni. Belum bisa dipastikan siapa yang pertama kali membuat kreasi ini, meskipun desas-desusnya kreator tulisan ini adalah para aktivis pergerakan (harokiyyun).
Tidak bisa dikatakan bahwa lafadz “4JJI” dalam bahasa Indonesia tidak bermakna apa-apa, karena lafadz “4JJI” jika dibaca bunyinya “Empat-Je-je-El” bukan berbunyi الله /Allah. Tidak bisa dikatakan demikian. Karena tulisan adalah simbol-simbol bunyi bahasa yang bersifat ekslusif dan dimaknai berdasarkan kesepakatan komunitas, bukan orang yang diluar komunitas. Jika satu komunitas sepakat memaknai lafadz “i2” dengan makna “itu”, lafadz “s7” dengan makna “setuju”, lafadz “t4” dengan makna “tempat”, maka tidak ada hak bagi komunitas lain menyalahkan istilah tersebut. Karena istilah adalah alat komunikasi, dan komunikasi yang diperhatikan adalah unsur kesepahaman bersama.
Secara fakta, ada tulisan yang bentuknya sama tetapi dibunyikan dengan cara berbeda oleh komunitas yang berbeda sebagaimana ada tulisan yang sama dibunyikan dan diartikan secara berbeda oleh komunitas yang berbeda. Huruf “W” misalnya, dibunyikan orang Indonesia dengan bunyi “we”, sementara orang Inggris membacanya “dabelyuw”. Kata “alone” dibunyikan orang Inggris dengan cara mereka dan diartikan “sendirian”, sementara bagi orang Jawa kata tersebut bermakna “alangkah pelannya”. Jadi tidak cukup bahwa fakta kata “4JJI” tidak bisa dibaca Allah dalam bahasa Indonesia untuk melarang atau mengharamkan penggunaan kata tersebut. Tulisan adalah kesepakatan, sementara kata “4JJI” sudah dimaklumi bahwa kata ini berusaha meniru tulisan Arab  secara artistik untuk menggantikan lafadz الله.
Adapun klaim bahwa lafadz “4JJI” adalah singkatan dari “For Judas, Jesus, And Isa” maka ini adalah klaim yang belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Belum ada studi yang lebih bertanggung jawab yang menganalisis berdasarkan kajian linguistik, sosial, budaya, antropologi, dan peradaban untuk membuktikan bahwa kata tersebut memang singkatannya demikian. Kreasi singkatan bisa saja liar. Kata “4JJI” mungkin juga dianggap singkatan dari “For Joko, Johan, and Indri’, atau “for Juminten Jijik Ih”, “For Dajjal” atau “For Jabbar (Yang Maha Perkasa, Jalil (yang maha Agung ) and Islam”. Melarang lafadz “4JJI” dengan alasan singkatan itu lebih terkesan paranoid dan mirip orang yang mengatakan “jangan beli laptop merek ACER karena ACER itu singkatan dari Agak Cepat Rusak”.
Namun terkait lafadz Allah, hendaknya seorang Muslim berhati-hati. Mengangungkan lafadz Allah adalah wajib. Islam mengharamkan segala sesuatu yang mengantarkan penghinaan/pelecehan terhadap lafadz Allah. Oleh karena itu, jika penggunaan lafadz “4JJI” secara fakta bisa dibuktikan merendahkan lafadz Allah, maka hendaknya seorang Muslim menghindarinya. Allah berfirman:
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ} [الأنعام: 108[
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki.
Yang semakna dengan ini adalah larangan mencaci orangtua orang lain yang menyebabkan orang lain mencaci orang tua kita:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ
“Dari Abdulllah bin ‘Amr beliau berkata; Rasulullah SAW bersabda: termasuk dosa yang paling besar adalah seseorang melaknat kedua orangtuanya. Beliau ditanya; wahai Rasulullah, bagaimana (mungkin) seseorang melaknat kedua orangtuanya?. Beliau menjawab; seseorang mencaci ayah orang lain maka orang lain tersebut mencaci ayah pencaci dan ibunya” (HR. Bukhari) 
Atas dasar ini, menulis lafadz Allah dengan kata “4JJI” hukumnya mubah kecuali bisa dibuktikan secara fakta bahwa penggunaan kata tersebut berakibat merendahkan lafadz Allah atau bisa dibuktikan mengandung pemahaman Kufur. Wallahua’lam.
Keyword:: "Artikel islam, inspirasi Islam, Muslim, motivasi islami, Lafadz Allah"Sumber:Suara Islam